Pasangan Ini Lamaran di Puncak Empire State Building Berakhir Ditangkap Polisi


Lamaran Ekstrem di Gedung Ikonik New York

Momen romantis berubah menjadi kasus hukum setelah pasangan asal Rusia, Angela Nikolau (33) dan Ivan Kuznetsov (32), memanjat Empire State Building secara ilegal untuk menggelar prosesi lamaran.

Keduanya berhasil mencapai bagian antena di puncak gedung pencakar langit yang menjadi salah satu ikon Kota New York. Di lokasi tersebut, Ivan berlutut dan melamar Angela sambil membentangkan spanduk bertuliskan pesan perdamaian.


Aksi Dilakukan Tanpa Izin

Menurut pihak berwenang, pasangan tersebut memasuki area yang tertutup bagi publik tanpa izin resmi. Setelah turun dari puncak gedung, keduanya langsung diamankan oleh petugas dan dibawa untuk menjalani proses hukum.

Polisi menjerat mereka dengan sejumlah dakwaan, di antaranya pembobolan, masuk tanpa izin ke area terbatas, tindakan yang membahayakan keselamatan, serta dugaan perusakan properti.


Dikenal sebagai Rooftopper

Angela Nikolau dan Ivan Kuznetsov bukan nama baru di dunia urban climbing atau rooftoping. Keduanya dikenal sering memanjat gedung-gedung tinggi di berbagai negara untuk membuat konten foto dan video ekstrem tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan.

Popularitas mereka semakin meningkat setelah kisah perjalanan dan hubungan mereka diangkat dalam dokumenter Netflix Skywalkers: A Love Story.


Tuai Beragam Reaksi

Video lamaran tersebut dengan cepat viral di media sosial. Sebagian warganet menganggap aksi itu romantis dan berani, sementara banyak lainnya menilai tindakan tersebut berbahaya karena dilakukan tanpa izin serta berpotensi membahayakan diri sendiri maupun petugas yang harus melakukan penanganan.

Pihak pengelola Empire State Building hingga kini tetap menegaskan bahwa akses ke area puncak gedung dibatasi demi alasan keselamatan dan keamanan.


Penutup

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa momen spesial sekalipun harus dilakukan dengan mematuhi aturan yang berlaku. Meski lamaran mereka sukses menarik perhatian dunia, aksi tersebut berakhir dengan konsekuensi hukum yang serius dan kembali memicu perdebatan mengenai tren konten ekstrem di media sosial.

Posting Komentar

0 Komentar