Mahasiswa dan Buruh Soroti Isu BBM, Korupsi, hingga Tambang Ilegal
Jakarta Pusat kembali diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran pada Jumat (12/6/2026). Setidaknya 33 titik demonstrasi digelar serentak, dengan isu utama meliputi kenaikan harga BBM, dugaan korupsi, aktivitas tambang ilegal, hingga isu Palestina.
BEM UI Pusatkan Aksi di Bundaran HI, Soroti BBM dan MBG
Salah satu aksi yang menyita perhatian adalah demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia mulai pukul 10.00 WIB. Aksi ini menyoroti penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), serta kenaikan harga BBM.
Titik-Titik Lain dengan Tuntutan Beragam
Selain BBM, sejumlah titik aksi lain membawa tuntutan spesifik terkait dugaan korupsi dan persoalan tambang, di antaranya:
•Pukul 10.00 WIB — aksi terkait PT Medquest Jaya Global & PT Sinergi Utama Sejahtera, menuntut pengusutan dugaan korupsi alat kesehatan di Kementerian Kesehatan
•Pukul 13.00 WIB — aksi di PT Green SM Indonesia, menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian operasional perusahaan
•Pukul 13.00–13.30 WIB — dua aksi terkait PT Wilton Wahana Indonesia, menyoroti transparansi izin usaha tambang serta dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang
Bundaran HI dan Sekitarnya Jadi Titik Konsentrasi Massa Terbesar
Beberapa lokasi diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa terbesar, di antaranya Bundaran HI, kawasan Kebon Sirih (sekitar gedung ESDM dan BGN), Jalan Sudirman (area BRI), serta Monas. Kepadatan diperkirakan mulai terasa sejak pagi hingga sore hari.
Imbauan untuk Warga Jakarta
Warga yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut diminta mewaspadai potensi kepadatan lalu lintas dan menyesuaikan rencana perjalanan, mengingat lokasi-lokasi ini merupakan jalur utama yang menghubungkan kawasan perkantoran, pusat bisnis, dan pemerintahan di Jakarta.
Penutup
Aksi hari ini menjadi salah satu unjuk rasa terbesar dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap berbagai isu ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Pihak kepolisian dikabarkan telah menyiapkan pengamanan ekstra di sejumlah titik untuk mengantisipasi eskalasi massa. Kultivora akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan update lanjutan.
0 Komentar