BGN Tegaskan Sekolah Mampu Tak Lagi Dapat MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan melakukan penataan ulang terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyatakan sekolah-sekolah dari kalangan mampu atau elite tidak akan lagi menerima MBG.
"Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Refocusing, Bukan Pemangkasan
Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi dan penyesuaian anggaran agar penyaluran program lebih tepat sasaran kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan, Pihak BGN berencana melakukan refocusing terhadap puluhan juta penerima manfaat, mempertimbangkan apakah angka sekitar 63 juta penerima saat ini benar-benar membutuhkan, atau bisa dikurangi dan dialihkan ke wilayah yang belum terjangkau.
Desakan dari Kemenko Pangan
Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta evaluasi pelaksanaan MBG, terutama soal penerima manfaat. Ia menyoroti banyak sekolah elite yang sebenarnya tidak memerlukan program tersebut namun tetap menerima MBG.
Zulhas juga meminta perbaikan kualitas dapur terkait kebersihan, dengan menegaskan tidak boleh ada lagi kasus keracunan makanan dalam program ini.
Anggaran Tetap, Sasaran Lebih Tajam
Meski fokus utamanya efisiensi anggaran, BGN memastikan arah baru ini tidak akan mengurangi target jumlah penerima manfaat MBG secara keseluruhan hanya komposisinya yang akan disesuaikan agar lebih merata ke daerah dan kelompok yang lebih membutuhkan.
Penutup
Langkah refocusing ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin program MBG benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan, sembari menjaga agar anggaran negara digunakan secara lebih efisien. Detail teknis mengenai mekanisme seleksi sekolah dan jadwal implementasinya masih akan dirumuskan lebih lanjut oleh BGN.
0 Komentar