Pilu! Siswa Yatim Piatu Tewas Di Keroyok 4 Temannya, Karna Dituduh Curi Sendal Crocs Milik Temannya


Mimpi Kuliah yang Tak Sempat Terwujud Kisah Pilu Thomas Julianus Kristianto

Dunia pendidikan Surabaya berduka. Thomas Julianus Kristianto (19), siswa kelas XII SMAN 11 Surabaya yang dikenal berprestasi dan baru saja dinyatakan lulus, meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo pada Kamis (4/6/2026) dini hari, setelah sempat koma dan menjalani perawatan intensif selama lima hari.


Malam yang Berubah Menjadi Tragedi

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (30/5/2026). Sekitar pukul 23.00 WIB, Thomas berpamitan kepada keluarganya untuk keluar sebentar, menuju kawasan Jalan Manukan Mukti. Menurut tetangga korban, Nia Sanjaya, Thomas hendak membeli minuman ringan di toko kelontong dekat gang rumahnya.

Kakek korban, Margono (88), mengenang saat cucunya pamit malam itu. "Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang. Tahu-tahu temannya ke sini mengabarkan Thomas ada di dokter Danu," tutur Margono dengan nada sedih. Keluarga langsung menyusul ke Klinik Dokter Danu, dan saat tiba, kondisi Thomas sudah tidak sadarkan diri akibat luka parah di kepala.


Berawal dari Sandal, Berakhir Pengeroyokan

Perselisihan yang berujung maut itu dipicu hilangnya sandal Crocs milik salah satu terduga pelaku. Peristiwa bermula pada Mei 2026 saat Thomas tanpa sengaja memakai sandal Crocs milik terduga pelaku ketika berkunjung ke rumah seorang teman. Sandal tersebut kemudian hilang dan terduga pelaku meminta ganti rugi.

Kakak korban, Hana Novia Kristiani, mengaku telah memberikan uang untuk membeli sandal pengganti. Namun terduga pelaku tidak menerima karena menilai sandal pengganti yang dibelikan bernilai sekitar Rp 200.000–Rp 300.000, sedangkan sandal yang hilang disebut seharga Rp 1.500.000. Hana mengaku meragukan nominal tersebut karena tidak pernah diperlihatkan bukti pembelian.

Perselisihan itu kemudian berujung pada ajakan "sparing" satu lawan satu. Namun menurut keterangan saksi berinisial AE, Thomas justru dikeroyok oleh empat orang saat tiba di lokasi. "Pertama niatnya satu-satu, tapi tahu-tahunya di sana dikeroyok," ujar AE.


Empat Pelaku Diamankan Polisi


Merespons laporan resmi keluarga korban pada Rabu (3/6/2026), Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan penangkapan. Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto membenarkan empat orang telah diamankan, berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU.


Sosok Thomas: Yatim Piatu, Mandiri, dan Penuh Prestasi

Sejak SMP, Thomas telah hidup sebagai yatim piatu dan dirawat oleh kakeknya yang lansia. Ia dikenal sebagai sosok mandiri, taat beribadah, dan berprestasi. Thomas baru saja dinyatakan lulus pada 4 Mei 2026 dan tengah bersemangat menyiapkan berkas Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemkot Surabaya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.

Waka Humas SMAN 11 Surabaya, Istiawati, menyatakan pihak sekolah sangat terpukul. Kursi Thomas dipastikan akan kosong dalam seremoni pelepasan siswa dan penyerahan ijazah yang dijadwalkan pada 11 Juni 2026.


Penutup

Kepergian Thomas Julianus Kristianto meninggalkan luka yang dalam — bukan hanya bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi bagi seluruh masyarakat yang menyaksikan betapa nyawa seorang pemuda berprestasi melayang hanya karena persoalan sandal. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan di kalangan remaja adalah ancaman nyata yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak keluarga, sekolah, dan pemerintah.

Posting Komentar

0 Komentar